Aisha Syifa Aalinarrohmani namaku. Seorang gadis desa dengan penampilan yang sangat tertutup.
Tak perlu merasa tinggi dari yang lain, karena seringkali kita lupa bahwa kehidupan berputar layaknya roda yang berporos. Sukuri apa yang kau miliki saat ini, kelak Sang Kuasa yang sesungguhnya akan mengambil kembali. Derajatmu memang lebih tinggi dari malaikat, tapi kau tak tercipta dari sebuah emas. Lantas kisah seperti apa yang akan terjadi?.
Sebuah Cerita yang mengambarkan sebuah perasaan dan akhirnya ada salah kisah diantaranya, sekarang tertinggal sebuah penyasalan.
"Aku memang pengangum senja dan aku mengira kalau semua senja itu indah. Tapi ternyata itu salah. Sekarang aku bisa menyimpulkan bahwa ada dua jenis senja. KAU SENJA KELABUKU, dan disinilahku menemukan SENJA JINGGAKU. Senja yang sebenernya. Senja yang kuinginkan."
Buku ini menjadi saksi ujian berat yang dihadapi seorang anak yang bernama Zhilal. Ia menderita sakit parah. Kondisinya sampai drop, menurun drastis melewati ambang batas bawah yang disyaratkan medis. Ruang ICU telah menjadi saksi betapa kokoh lindungan-Nya. Saat semua orang sudah begitu pesimis melihatnya. Ia benar-benar menjadi anak Fi Zhilalil Quran (di bawah lindungan Al-Quran).